iseng-iseng berhadiah

Senin, 04 April 2011

tawaran hutang? ambil gak?

Perencana Keuangan atau Financial Planner / Financial Advisor tidak anti terhadap kartu kredit dan hutang selama kita mengerti cara menggunakannya, dan hutangnya termasuk hutang produktif.  Perencana Keuangan hanya bete alias sebal alias benci dengan hutang konsumtif.  Celakanya banyak orang Indonesia yang saat ini sudah terjerumus lingkaran hutang tersebut.  Sebagai contoh, kantor saya Akbar’s Financial Check Up kedatangan calon client yang terbelit hutang.  Nggak tanggung-tanggung hutang cash advance nya dari kartu kredit sebesar Rp. 100 juta ditambah hutang pemakaian kartu kreditnya sebesar Rp. 150 juta yang mengakibatkan keluarga ini harus membayar cicilan hutang minimum sebesar Rp. 25 juta per bulan.  Dibutuhkan suatu usaha yang sangat ekstra harus keras (udah ekstra harus pula tuh) untuk bisa keluar dari jeratan hutang ini.
Anyway buswaaaaay…. Seperti yang saya sudah katakana ditulisan sebelumnya, Dan Benson, seorang Perencana Keuangan dari Amerika Serikat dalam bukunya yang berjudul “12 Stupid Mistake People Make With Their Money” . Didalam bukunya terdapat test yang bisa kita lakukan untuk menjawab tujuh buah pertanyaan yang dapat mengetahui apakah kita sudah terperangkap hutang dan lebih spesifik hutang konsumtif.  Pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Apakah kita mengalami defisit alur kas setiap bulannya ?
Defisit alur kas atau Cash Flow menunjukan bahwa pengeluaran kita jauh lebih besar dibandingkan penghasilan kita yang artinya kita sebenarnya secara financial belum sanggup untuk membeli aset baru.
  1. Apakah Hutang Kita (konsumtif) melebihi dari 5% penghasilan perbulannya ?
Kelebihan hutang konsumtif menunjukan bahwa kita kurang berhati-hati dalam membelanjakan dana kita sehingga barang-barang yang kita beli sebenarnya belum perlu atau tidak perlu sama sekali.
  1. Apakah Kita selalu membayar tagihan kartu kredit dengan jumlah pembayaran minimal ?
Hal ini menunjukan bahwa kita mulai memiliki masalah dalam mengelola hutang-hutang kita sehingga dikarenakan alur kas kita yang defisit mengharuskan kita membayar hutang kartu kredit dengan pembayaran minimal.
  1. Apakah Kita selalu membayar dengan kredit setiap pembelian barang-barang konsumtif atau yang nilainya menurun ?
Menunjukan bahwa sebenarnya kita belum mampu membeli barang tersebut akan tetapi memaksakannya.
  1. Apakah Kita pernah menerima denda atau mendapat surat teguran perihal tagihan kredit Kita?
Sama halnya dengan pertanyaan nomor 4, kita sedang mengalami masalah besar dalam mengelola hutang-hutang kita.
  1. Apakah Kita tidak dapat menyisihkan sedikitnya 10 % dari penghasilan kotor untuk tabungan dan investasi jangka panjang ?
Bagaimana mungkin kita menyisihkan 10% dari dana untuk investasi jangka panjang apabila untuk menutupi kebutuhan bulanan saja kita masih defisit.
  1. Apakah Kita selalu resah dengan situasi keuangan Kita ?
Masalah keuangan selalui menghantui kita dan dapat mengakibatkan stress yang mendalam.
Jika seluruh jawaban kita adalah “Ya”, berarti Kita memang telah masuk kedalam jeratan hutang, baik kartu kredit atau hutang lainnya, dan Kita kemungkinan telah terjebak dalam sindrom “beli sekarang, bayar selamanya”. Test ini cukup baik untuk menjawab argumentasi orang yang mengatakan bahwa apabila mereka tidak beli sekarang maka mereka tidak akan pernah punya aset (barang) tersebut.
Jadi ingat ya, Kredit bukanlah suatu hal yang menakutkan dan harus dihindari apabila kredit tersebut adalah kredit produktif.  Akan tetapi, kredit harus benar-benar di kelola atau Planning secara hati-hati agar tidak terjebak dan kejeblos kedalam belitan hutang yang berkepanjangan, menyesal selalul datang belakangan.

Tidak ada komentar: