Bisnis dengan Nikah tentu saja berbeda. Bisnis untuk mencari penghasilan, sedangkan Nikah untuk menyempurnakan agama. Namun dalam beberapa pemikiran, saya melihat beberapa kesamaan atau kemiripan. Yang pasti keduanya sama-sama memberikan kenikmatan di dunia dan Insya Allah di akhirat.
Itulah mengapa judulnya bukan Bisnis = Nikah namun Bisnis “Ibarat” Nikah. IBARAT berarti SEPERTI. Tidak sama persis. Penggunaan kata ini agar tidak memberikan persamaan yang mutlak. Simak saja beberapa kemiripannya ya.
So, what do you think. Is that right?
Follow Twitter @aryodiponegoro
Itulah mengapa judulnya bukan Bisnis = Nikah namun Bisnis “Ibarat” Nikah. IBARAT berarti SEPERTI. Tidak sama persis. Penggunaan kata ini agar tidak memberikan persamaan yang mutlak. Simak saja beberapa kemiripannya ya.
- Bisnis gak perlu pengalaman. Masak mau nikah ditanyain, “sudah pengalaman nikah?”. Mau bisnis juga gak ditanyain. Action aja! Right?
- Untuk mengenal calon pasangannya musti ada ta’aruf dulu. Penjajagan dulu. Gak mungkin ujug2 kawin! Right? Sama dengan bisnis, musti ada penjajaga dulu dengan mitra bisnis. Right?
- Bisnis sekedar making money, ibarat nikah sekedar making love. Ada nilai ibadahnya juga lho. Right?
- Bikin bisnis banyak cabang, ibarat nikah banyak anak. Banyak rejeki, right?
- Punya banyak anak, banyak menantu, banyak silaturahmi, banyak cabang, banyak rejeki. Makin mantab! Right?
- Nikah dicatat di KUA ibarat dicatat dalam perjanjian kerjasama di notaris. Right?
- Harus punya properti untuk tempat tinggal, ibarat bisnis punya kantor lah! Right?
- Penghasilan keluarga harus didistribusi untuk biaya pokok, operasional, investasi dan tabungan. Right?!
- Ada kepala keluarga, ada kepala rumah tangga, ada anak-anak, ada pembantu. Mirip struktur organisasi, right?
- Kayak di rumah, banyak kamar, banyak ruangan, artinya banyak fungsi dalam bisnis, ada manajemen, marketing dll. Right?
- Bisnis dan Nikah harus punya visi misi! Right?
- Konsep SWOT dalam berbisnis juga berlaku untuk membina rumah tangga, aplikatif dari SAMAWA
- Teamwork sangat penting untuk membesarkan anak, sama juga dgn membesarkan bisnis
- Dengan membina rumah tanggalah,pintu rezeki untuk berbisnis akan terbuka lebar, nikah membuka pintu rezeki.
- Ada ahli waris, baik dalam berbisnis maupun berumah tangga
- Punya “anak” kalau diurusnya bener bisa bikin rezeki banyak , kalau diurusnya salah bikin bangkrut
- Ada yang legal ada yang ilegal. Dan pastinya yang legal bikin hati nyaman, lebih menguntungkan, daaan enaak..
- Rumah tangga harus memiliki tujuan dan arah kedepannya, seperti “GOAL” dalam berbisnis
- Suami istri ibarat pasangan bisnis yang harus selaras. Biar jalannya lancar..;)
- Konflik pasti ada saat berumah tangga, disaat itulah muncul solusi, manajemen konflik di bisnis.
So, what do you think. Is that right?
Follow Twitter @aryodiponegoro
Tidak ada komentar:
Posting Komentar